UPR Siapkan Ruang Pengaduan

Uprjayaraya.com
Palangka Raya,
Terkait dugaan pelecehan seksual yang melibatkan mahasiswa dan oknum dosen di lingkungan Universitas Palangka Raya (UPR) beberapa waktu lalu, telah mendapat perhatian dari jajaran petingginya.

Rektor UPR Prof Dr Ir Salampak, telah membentuk tim Adhoc untuk menangani hal tersebut. Sesuai dengan Amanah Permendikbutristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) dilingkungan Perguruan Tinggi.

Tim Adhoc dibentuk untuk pencegahan, penanganan, serta perlindungan korban dalam persoalan kekerasan seksual.

“Dikarenakan masih belum terbentuknya Tim Satgas PPKS, untuk menangi persoalan ini, kita sudah membentuk Tim Adhoc,” ungkap Salampak Kamis (13/10/2022).

Menanggapi isu pelecehan seksual dilingkungan perguruan tinggi UPR tersebut, pihaknya mengaku tetap akan melakukan langkah penyelesaian dan penindakan tegas. Dimana saat ini sudah masuk proses penanganan hukum, namun asas praduga tak bersalah, ujarnya menambahkan masih tetap dikedepankan.

Disinggung mengenai langkah konkrit dalam mengantisipasi agar persoalan sama tidak terjadi dikemudian hari Rektor UPR sudah mengeluarkan surat edaran ke masing-masing Fakultas.

Serta membentuk posko pengaduan seperti email pengaduan dan nomor Whatsapp (WA) pengaduan yang bertujuan untuk memberi ruang kepada siapa saja yang menjadi korban kekerasan seksual dilingkungan kampus UPR.

“Kalaupun sudah terjadi, ya kita serahkan proses hukumnya. Tentunya kita terus berperan aktif ketika ada laporan. Untuk itu perlu ada keberanian bagi korban melaporkan, dan kerahasiaannya tentunya akan kita jaga,” katanya.

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak UPR menekankan untuk memberlakukan jam perkuliahan sesuai ketentuan yang ada. Artinya tidak ada jam perkuliahan pada saat malam hari. Pihaknya juga tidak memberikan peluang dan kesempatan untuk melakukan hal-hal yang tidak dinginkan. (Rul)

Berita Terkait