Caleg Perempuan Banyak Tidak Serius Bertarung

Endang Susilawatie

KASONGAN – Aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) mewajibkan seluruh partai politik (parpol) peserta Pemilihan Legislatif (Pileg) untuk menyertakan 30 persen calon legislatif (caleg) dari kaum perempuan. Akibat tuntutan aturan itu, parpol yang ikut bertarung memperebutkan kursi wakil rakyat harus melibatkan kaum Kartini untuk mendaftar sebagai caleg, meskipun terpaksa.

Situasi itu diakui Ketua Perempuan Parlemen Katingan, Endang Susilawatie.

“Perempuan yang mencaleg dari tiap partai itu hanya sebagai pelengkap perempuan dan dipaksakan karena sesuai aturan KPU 30 persen,” kata dia di Kasongan, Senin (6/5/2019).

Karena situasi demikian, ujar Politisi Partai Gerindra ini, caleg-caleg perempuan yang ikut bertarung di pentas perebutan kursi wakil rakyat Katingan banyak berguguran. Karena memang mereka tidak ada kemauan.

Ia mengaku, selama caleg perempuan setempat, pihaknya terus berkomunikasi secara intensif. Bahkan, tidak mengganggu wilayah basis massa pendukung satu sama lain.

“Yang menjadi problem adalah perempuan yang mencaleg itu tidak mau bertarung. Dan lagi berada pada kondisi ketidakmampuan mereka untuk menghadapi sebuah pertandingan politik,” tuturnya.

Dalam pentas demokrasi, lanjutnya, politik untuk mendapatkan dukungan suara tidaklah mudah. Karena kondisi pergerakan caleg yang terlihat di lapangan tidak dapat menjamin hasil, tanpa adanya mental kuat untuk bertarung.

“Walaupun sosial kita sebagai caleg tinggi kepada masyarakat, jika tidak diiringi dengan naluri petarung, tidak akan bisa memenangkan sebuah pertandingan,” lugasnya.

Begitu juga penerapan money politics, menurut pandangan Wakil Ketua I DPRD Katingan itu, banyaknya uang dalam tas caleg tidak akan menjamin keberhasilan.

Terkait perempuan yang bakal menduduki kursi DPRD Katingan, ia menyetujui jika berdasarkan hasil rekapitulasi perhitungan perolehan suara dari KPU Katingan, meskipun belum ditetapkan kursinya, hanya ada empat perempuan yang akan duduk di kursi empuk wakil rakyat. Yaitu, Endang Susilawatie, Dahlia, Wiwik Aurola dan Winda Natalia.

“Perempuan yang masih menjadi anggota dewan saat ini ada enam orang. Untuk periode 2019 – 2024 bakal hanya ada empat orang saja,” pungkasnya. (yfd/red)

Berita Terkait