Semua Kalangan Diajak Kembali Bersatu Pasca Pilpres

Dr Andrie Elia SE MSi

PALANGKA RAYA – Semua elit politik dan lapisan masyarakat di daerah ini, diharapkan menghormati hasil Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg), yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Terlebih untuk Pilpres, telah ada keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang bersifat final dan mengikat.

Harapan sekaligus himbauan itu disampaikan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr Andrie Elia SE MSi, menyikapi adanya perselisihan di tengah masyarakat pasca Pilpres dan Pileg 2019.

“Perbedaan sikap atau pilihan pada proses pelaksanaan pemilu baik Pilpres, Pileg dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), adalah hal yang wajar dan lumrah di negara demokrasi seperti Indonesia. Apalagi dalam memilih pemimpin. Tetapi setelah itu harus siap kalah dan siap menang serta mendukung hasilnya,” kata Andrie Elia di Palangka Raya, Rabu (10/7/2019).

Menurut Andrie yang juga Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng ini, setelah semua proses pemilu selesai ditandai dengan adanya penetapan pemenang, maka sudah semestinya seluruh masyarakat Indonesia kembali bersatu dan tidak lagi saling berpecah belah hanya karena beda pilihan. Karena semuanya adalah warga negara Indonesia yang sejak dulu memegang erat persatuan dan kesatuan.

“Kita harus dewasa dalam menyikapi persoalan, khususnya Pilpres. Untuk itu, mari kita kembali pada tujuan awal Pilpres yakni memilih pemimpin bangsa. Sehingga tidak melanjutkan perpecahan dan perbedaan pilihan dalam kehidupan sosial, di tengah-tengah masyarakat,” ajaknya.

Dikatakan, Presiden dan Wakil Presiden RI telah dipilih dan telah ditetapkan oleh KPU. Sebagai masyarakat dewasa, kita harus mendukung putusan dan pimpinan bangsa yang telah dipilih. Elit politik dan elemen masyarakat harus bijak menyikapi hasil Pilpres, dan juga harus bijak melihat situasi dan kondisi bangsa, jangan malah terlibat dalam upaya memperkeruh suasana.

“Yang ada saat ini adalah NKRI harga mati. Mari bersama membangun NKRI menuju Indonesia maju dan sejahtera. Mari kita rawat bersama NKRI dan mari kita jaga persatuan serta kesatuan bangsa. Kita bangun bangsa ini dengan kreativitas dan inovasi yang mampu memajukan Indonesia. Libatkan diri untuk memajukan daerah. Jangan terlibat hal yang negatif, seperti menyebar hoax serta ujaran kebencian,” pintanya.

Sebagai akademisi, Andrie Elia juga mengingatkan kepada seluruh Civitas Akademika yang notabene didominasi generasi muda atau milenial, untuk turut membantu memberikan pemahaman mengenai makna dan proses demokrasi yang benar.

“Kepada seluruh praktisi akademis, mulai dari dosen hingga mahasiswa, agar bisa menjadi pelopor dalam berdemokrasi yang benar, demokrasi yang sejuk. Kedepankan sikap saling menghormati dan bertenggang rasa. Ini penting untuk memperkokoh persaudaraan kita sesama anak bangsa,” kata Andrie Elia.(mz/red)

Berita Terkait