SMAN 1 Mentaya Hilir Utara Gelar PATBK dan Android

Siswa SMAN 1 Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotim saat mengikuti PATBK dan Android yang pada 17-22 Juni 2019.

SAMPIT – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Mentaya Hilir Utara, Bagendang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar Penilaian Akhir Tahun Berbasis Komputer dan Android (PATBK dan Android) yang dimulai tanggal 17 hingga 22 Juni 2019. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 264 siswa.

“Kami mulai PATBK dan Android hari ini (Senin, red) sampai hari Sabtu tanggal 22 Juni nanti, sebelumnya dilakukan simulasi terlebih dahulu agar siswa tidak kaget,” kata Wakil Kepala SMAN 1 Mentaya Hilir Utara, Urusan Kurikulum Sapti Nurhidayati, S.Pd kepada uprjayaraya.com, Senin (17/6/2019).

Ia menjelaskan, tujuan pelaksanaan PATBK dan Android ini sebagai bentuk penguatan pendidikan karakter kemandirian dan integritas. Dikatakan mandiri, karena setiap siswa mempunyai paket soal yang berbeda dengan mudah dapat diatur menggunakan aplikasi ujian.

“Setiap siswa tidak bisa melihat pekerjaan temannya, karena paket soal yang berbeda-beda. Sehingga siswa mempunyai integritas dalam kejujuran,” tambah Sapti.

Secara teknis, PATBK dan Android ini tidak memiliki perbedaan mencolok dengan ujian konvensional lainnya, hanya berbeda pada media yang digunakan untuk mengerjakan soalnya saja. Cukup menyiapkan handphone Android sebagai pengganti komputer client, masing-masing siswa memiliki username dan password untuk login di aplikasi, kemudian mengerjakan soal.

“Hemat dan efisien itulah salah satu kelebihan PATBK dan Android. Tanpa kertas, pensil, dan guru pun tidak perlu lagi mengoreksi lembar jawaban siswa, karena nilainya akan langsung muncul pada android masing-masing siswa,” lanjutnya.

Kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk kemajuan setiap sekolah yang berbasis ITE , agar teknologi yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk hal yang positif serta sebagai upaya pengenalan sejak dini kepada siswa, agar nantinya terlatih dalam mengerjakan segala bentuk kegiatan yang terkoneksi secara online.

“Saat ini hampir semua siswa memiliki handphone berbasis andoid. Jadi bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif,” demikian Sapti Nurhidayati. (yfd/red)

Berita Terkait